Kamis, 18 Agustus 2022
Kegiatan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) yang berkolaborasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat pada hari ini diikuti oleh 135 peserta yang terdiri dari Pimpinan, Pegawai (staf) dan Tenaga honorer dilingkungan BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat. Adapun pemeriksaan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular diantaranya pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan berat dan tinggi badan, diabetes mellitus, kholesterol, asam urat dan konsultasi kesehatan. Diharapkan kegiatan ini terus berlanjut dan secara berkala dilakukan sebagai bentuk kerjasama dan kepedulian terhadap lingkungan kerja dan kesehatan pegawai.
Deteksi dini ini dilakukan dalam rangka Gerakan Bulan Deteksi Dini PTM yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan kegiatan pada bulan deteksi dini penyakit tidak menular ini menjadi langkah penting dalam mengenali tanda dan gejala PTM di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Barat.
Foto Bersama Pimpinan dan Staf Pegawai BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat dan Petugas Kesehatan Puskesmas Kampung Bangka, Dinas Kesehatan Kota Pontianak dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan deteksi dini PTM ini juga diikuti oleh Bapak Wahyu Priyono
Kepala Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat.
Meja 1 : Pelayanan registrasi dan administrasi
Yaitu kegiatan mencatat data individu pasien sesuai buku monitoring faktor risiko PTM yang ada. Pada pelaksanaan monitoring, kondisi faktor risiko PTM harus diketahui oleh yang diperiksa maupun yang memeriksa.
Meja 2 : Wawancara faktor risiko PTM.
Hal-hal yang perlu diwawancara berkaitan dengan faktor risiko PTM antara lain riwayat merokok, kebiasaan minum minuman manis, kopi dan beralkohol, kegiatan aktifitas fisik/olahraga, kebiasaan makan sayur dan buah, riwayat tekanan darah tinggi, riwayat penyakit dahulu dan keluarga yang berkaitan dengan penyakit tidak menular.
Meja 3 : Pengukuran Berat Badan, Tinggi Badan, IMT, lingkar perut.
Kegiatan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar perut, sebaiknya diselenggarakan 1 bulan sekali.
Meja 4 Pemeriksaan
Yaitu kegiatan memeriksa tekanan darah, kadar glukosa darah, kadar kolesterol, kadar trigliserida darah, pemeriksaan klinis payudara dan fungsi paru sederhana.
Meja 5 : Konseling dan Edukasi.
Kegiatan konseling dan penyuluhan, harus dilakukan setiap pelaksanaan Posbindu PTM. Hal ini penting dilakukan karena pemantauan faktor risiko kurang bermanfaat bila masyarakat tidak tahu cara mengendalikannya. Kegiatan aktifitas fisik dan atau olah raga bersama, sebaiknya tidak hanya dilakukan jika ada penyelenggaraan Posbindu PTM namun perlu dilakukan rutin setiap minggu.
Resume :
Berdasarkan hasil skrining yang telah dilakukan pada Instansi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 135 peserta pegawai dan pimpinan, adapun pemeriksaan deteksi dini Penyakit Tidak Menular ini diketahui :
1. Riwayat Penyakit Tidak Menular Pada Keluarga yang menderita penyakit diabetes mellitus sebesar 24,44%, penyakit hipertensi 36,30%, penyakit jantung 17,04%, penyakit stroke 11,11%, penyakit asma 11,11%, penyakit kanker 6,67%, dan penyakit kolesterol tinggi sebesar 32,59%.
2. Riwayat Penyakit Tidak Menular Pada Diri Sendiri yang menderita penyakit diabetes mellitus sebesar 4,44%, penyakit hipertensi 8,89%, penyakit jantung 0,00%, penyakit stroke 0,00%, penyakit asma 2,96%, penyakit kanker 0,00%, dan penyakit kolesterol tinggi sebesar 25,19%.
3. Merokok. Sebesar 25,93% pegawai dilingkungan ybs yang diskrining adalah perokok.
4. Konsumsi Alkohol. Sebesar 2,96% pegawai dilingkungan ybs yang diskrining dalam satu bulan terakhir mengkonsumsi alkohol minimal 1 gelas.
5. Aktivitas Fisik. Sebesar 59,26% pegawai dilingkungan ybs yang diskrining melakukan kegiatan olahraga/aktifitas fisik 10 menit secara terus menerus atau 30 menit dalam sehari atau 150 menit/minggu.
6. Konsumsi Buah dan Sayur. Sebesar 39,26% pegawai dilingkungan ybs yang diskrining mengkonsumsi sayur sebanyak 3 porsi (3 mangkuk kecil) dan buah 2 porsi dalam sehari.
7. Pemeriksaan Laboratorium. Berdasarkan pengukuran antropometri dikatehui Indeks Massa Tubuh (IMT) pegawai dilingkungan ybs yang diskrining sebesar 1,48% kurus, 49,63 % normal, 14,81% berat badan berlebih dan 34,07% obesitas. sedangkan dalam pemeriksaan tekanan darah diketahui 26,67% bertekanan darah masih diambang batas (normal) dan sebesar 50,37% memiliki lingkar perut normal. Untuk pemeriksaan gula darah sewaktu diketahui sebesar 51,85% masih dalam ambang batas (normal), pemeriksaan kadar kolesterol total dalam darah sebesar 0,00% normal dan pemeriksaan kadar asam urat sebesar 79,26% normal. Dari hasil wawancara pemeriksaan klinis payudara ditemukan benjolan sebesar 0,00%, dan sebesar 37,04% mengalami gangguan penglihatan, serta 2,96% mengalami gangguan pendengaran.
Rekomendasi :
Rekomendasi Kementerian Kesehatan untuk pencegahan Penyakit Tidak Menular; sbb :
- Tidak merokok.
- Batasi Konsumsi Gula Garam Lemak Berlebihan.
- Rajin konsumsi buah dan sayur.
- Rajin Aktifitas Fisik.
- Cek Kesehatan secara teratur.
Melalui deteksi dini ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman kepada pegawai dilingkungan BPK Perwakilan Kalimantan Barat, akan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular untuk diberikan perhatian sedini mungkin.
Penyakit tidak menular merupakan salah satu masalah kesehatan yang tinggi kasusnya di Indonesia. Angka kesakitan dan kematian cukup tinggi.
PTM juga dinilai menjadi beban pembiayaan terbesar dalam pengobatan, padahal bisa dicegah dengan deteksi dini dan berperilaku hidup bersih dan sehat.
Komentar
Posting Komentar