Deteksi Dini PTM di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat

Rabu, 10 Agustus 2022

Kolaborasi kegiatan deteksi dini PTM di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat diikuti oleh 86 peserta. Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Puskesmas Alianyang dan Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat

Bapak drg. Harry Agung Tjahyadi, M. Kes




Resume :

Berdasarkan hasil skrining yang telah dilakukan pada Instansi Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 86 peserta pegawai dan pimpinan, adapun pemeriksaan deteksi dini Penyakit Tidak Menular ini diketahui :

1. Riwayat Penyakit Tidak Menular Pada Keluarga yang menderita penyakit diabetes mellitus sebesar 31,40%, penyakit hipertensi 44,19%, penyakit jantung 13,95%, penyakit stroke 17,44%, penyakit asma 10,47%, penyakit kanker 4,65%, dan penyakit kolesterol tinggi sebesar 0%.

2. Riwayat Penyakit Tidak Menular Pada Diri Sendiri yang menderita penyakit diabetes mellitus sebesar 5,81%, penyakit hipertensi 11,63%, penyakit jantung 1,16%, penyakit stroke 0%, penyakit asma 4,65%, penyakit kanker 1,16%, dan penyakit kolesterol tinggi sebesar 23,26%.

3. Merokok. Sebesar 3,49% pegawai dilingkungan ybs yang diskrining adalah perokok.

4. Konsumsi Alkohol. Sebesar 1,16% pegawai dilingkungan ybs yang diskrining dalam satu bulan terakhir mengkonsumsi alkohol minimal 1 gelas.

5. Aktivitas Fisik. Sebesar 61,63% pegawai dilingkungan ybs yang diskrining melakukan kegiatan olahraga/aktifitas fisik 10 menit secara terus menerus atau 30 menit dalam sehari atau 150 menit/minggu.

6. Konsumsi Buah dan Sayur. Sebesar 53,49% pegawai dilingkungan ybs yang diskrining mengkonsumsi sayur sebanyak 3 porsi (3 mangkuk kecil) dan buah 2 porsi dalam sehari.

7. Pemeriksaan Laboratorium. Berdasarkan pengukuran antropometri dikatehui Indeks Massa Tubuh (IMT) pegawai dilingkungan ybs yang diskrining sebesar 1,16% kurus, 29,07% normal, 16,28% berat badan berlebih dan 53,49% obesitas. sedangkan dalam pemeriksaan tekanan darah diketahui 75,58% bertekanan darah masih diambang batas (normal) dan sebesar 58,14% memiliki lingkar perut normal. Untuk pemeriksaan gula darah sewaktu diketahui sebesar 90,70% masih dalam ambang batas (normal), pemeriksaan kadar kolesterol total dalam darah sebesar 0% normal dan pemeriksaan kadar asam urat sebesar 96,51% normal. Dari hasil pemeriksaan klinis payudara ditemukan benjolan sebesar 23,26%, dan sebesar 65,12% mengalami gangguan penglihatan, serta 40,70% mengalami gangguan pendengaran.


Rekomendasi :

Rekomendasi Kementerian Kesehatan untuk pencegahan Penyakit Tidak Menular; sbb :
  • Tidak merokok.
  • Batasi Konsumsi Gula Garam Lemak Berlebihan.
  • Rajin konsumsi buah dan sayur.
  • Rajin Aktifitas Fisik.
  • Cek Kesehatan secara teratur.

Melalui deteksi dini ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman kepada pegawai dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat, akan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular untuk diberikan perhatian sedini mungkin.

Penyakit tidak menular merupakan salah satu masalah kesehatan yang tinggi kasusnya di Indonesia. Angka kesakitan dan kematian cukup tinggi.

PTM juga dinilai menjadi beban pembiayaan terbesar dalam pengobatan, padahal bisa dicegah dengan deteksi dini dan berperilaku hidup bersih dan sehat.











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (DDFR-PTM) di SMAN 7 Kota Pontianak

Deteksi Dini FR Penyakit Tidak Menular di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Barat.

Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di SMAN 2 Kota Pontianak